Kamis, 28 Mei 2020

hari kemenangan


Assalamu’alaikum readers!
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, Laa Ilaaha Illallahu Wallahuakbar, Allahuakbar, Walillahilhamd.
            Alhamdulillah.. 1 Syawal 1441 H sudah terlewati hari minggu kemarin ya gaes!? Hhmmm.. Minal Aidin Wal Faizin ya teman-teman pembaca setia blog ku, mohon maaf lahir dan batin.. Manusia gak luput dari dosa dan kesalahan, jadi sekecil apapun kesalahan kita, baik itu dirasa atau tidak, diingat atau tidak, tetap harus saling maaf memaafkan okey! Allah SWT pun Maha Pemaaf, jangan lupa kita juga harus mudah tuk memaafkan orang lain. πŸ™
            Gimana keseruannya? Jangan bilang gak seru karena gak rame dan gak banyak orang seperti biasanya yaaa.. karena nastar, kastengel, keripik dan makanan lain bisa kalian habiskan sendiri kok! Wkwkwk..πŸ˜‚ Memang sedih siihhh, kerasa bangeettt sepinya. Sanak sodaraku saja yang biasanya datang dari berbagai daerah sekarang gak ada satupun yang mudik ke Ciamis kampung halamanku. Tiga hari setelah lebaran yang biasanya keluargaku mudik ke kampung halaman Bapak di Cilacap Jawa Tengah, kini sama sekali tidak dilaksanakan. Yang biasanya berkeliling ke rumah tetangga, kini hanya bisa saling sahut menyahut dan silaturrahim online melalui whatsapp grup.πŸ’¬
            Dipikir-pikir dan dirasa-rasa, udah kek bukan lebaranan ya gak sih gaes? Wiiihh, sepinya gak ketolongan deh dikampungku, biasanya moment lebaran itu menjadi faktor macet karena saking banyaknya mobil-mobil dari kota berdatangan (sama orangnya yah, bukan mobilnya doang wkwkwk kalo mobilnya doang kan seremπŸ˜„), bertemu dengan sanak saudara kan hal paling jarang banget dilakukan, kecuali ketika lebaranan, sekarang? menyendiri? Hahaa.. engga lah yaahhh kan masih ada keluarga inti kita.
            Tapi, alhamdulillahnya.. aku bersyukur masih bisa melaksanakan sholat ied di Mesjid Agung desaku, yang memang biasanya digunakan untuk sholat ied. Mungkin sebagian dari kalian ada yang sholat ied nya dirumah yah? hhmmm.. gak kebayang sih, pasti beda banget kan rasanyaaa? 😒
            Walaupun situasi dan kondisinya jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, semoga keluarga kita yang ada dikota, yang ada dikampung, yang ada diseberang pulau, yang ada di luar negeri, yang ada dimanapuunnn di belahan dunia ini, masih tetap bisa merasakan manisnya dan indahnya 1 Syawal 1441 H yaaa, Aamiin..πŸ˜‡

Tetap semangat kawanku semua!
Terimakasih, Wassalam!
#Hadapi #Hayati #Nikmati


Kamis, 21 Mei 2020

tak ada kepedulian


Assalamu’alaikum kawanku semua!
Alhamdulillah nih kita masih diberikan kesehatan ya hingga bisa menjalankan puasa sampai hari ke-sekian ini, sudah di penghujung ramadhan...
            Hayoh, diantara kalian ada yang mudik tidak? Terutama kalian yang berada di Jabodetabek? Wah, kalau sampai pada mudik nih yaaa, tak tendang wkwkwk πŸ˜‚
            Tetangga aku aja kemarin satu rombongan turun dari mobil travel dari daerah Sunter, Jakarta Timur. Ya Allah, tau lah yaaa keadaan dikampung kalau kedatangan orang dari luar udah kayak apaan tau, seketika grup whatsapp rukun tetangga (RT) ku panik, riweuh, khawatir pasti. Dan langsung saja pihak desa bergerak cepat menemui tetanggaku yang baru datang dari Jakarta Timur itu.
Ketika ditanya pihak desa mereka berkata “lho, memangnya saya terlihat sakit? lho, memangsa saya positif? Saya sehat-sehat aja lho ini..😦”
            Astaghfirullah.. nih ya, lagi kondisi kayak gini tuh emang bener-bener diuji kesabaran kita buat menghadapi orang-orang yang memang pada kenyataannya masih banyak yang tidak peduli pada virus ini, meeka hanya sebatas tahu tanpa khawatir, tanpa kasihan pada keluarga dikampung.
            Semua orang saat ini butuh saling jaga satu sama lain, jikalau hanya sendiri saja yang menjaganya tapi tetap kedatangan orang-orang dari luar daerah terutama dari zona merah, apalagi Jakarta dan sekitarnya yang menjadi titik episentrum penyebaran virus corona ini.
            Hhmmm... kita tau, memang siapa sih yang tidak mau bertemu keluarga, sanak saudara ketika lebaran nanti? Tapi, keadaan sedang seperti ini mau bagaimana lagi? Kebayang gak sih, jika kita berada dijajaran pemerintah ataupun pihak medis yang menangani secara langsung pandemi ini?😩
            Ayolah, warga Indonesia! Bangkit dong! Lebaran tinggal menghitung hari, teknologi sekarang sudah canggih, jikalau rindu dengan keluarga dikampung, gunakan teknologi ataupun media sosial secara baik πŸ˜‰ Terimakasih.
#Hadapi #Hayati #Nikmati
Wassalam.


Rabu, 13 Mei 2020

Hidup normal seperti sekarang? Siapkah?


Assalamu’alaikum readers!
            Udah hari ke-21 Ramadhan yah? MasyaAllah, udah dipenghujung Ramadhan nih, dan malam lailatul qadr ada diantara 10 malem terakhir ini ya? Mau itu 10 hari pertama, mau itu 10 hari pertengahan, dan 10 hari terakhir, insyaAllah ya gaes Allah SWT lipatgandakan kok, insyaAllah berkah juga untuk kita jika melakukan semua amalannya dengan ikhlas. 😊
            Wah.. bentar lagi lebaran dong? Bentar lagi kumpul-kumpul sama keluarga besar dong? Bentar lagi silaturahim ke sanak saudara dong? Bentar lagi halal bihalal dong? Dan dong dong dong yang lainnya. Hhmmm.. Agak diragukan untuk melakukan hal itu semua tahun sekarang, ah sedih rasanya. Bahkan mungkin solat ied al-fitr di beberapa tempat ditiadakan. πŸ˜”
            Kemarin siang, sempat berbincang dengan tetehku (kakak perempuan) yang menjadi pharmacist, “De, mun kuliah na kieu wae kumaha?”. Ya, teteh bertanya jika sistem perkuliahan akan seperti ini terus sampai waktu yang tak pernah ditentukan, apakah siap? Lalu aku bertanya kembali, “Emang kenapa teh?”. πŸ˜•
            Seperti yang kita semua ketahui, bahwa vaksin untuk covid-19 ini belum ada. Dikatakan pasien yang tadinya positif menjadi negatifpun, mereka diisolasi dan dikarantina untuk menjalani pola hidup sehat kan? Istirahat yang teratur, makan-makanan bergizi, olahraga, mengkonsumsi vitamin, dan asupan serta kegiatan lainnya dari pihak rumah sakit. Kita tidak tahu kan, apakah yang sudah pernah terjangkit akan terinfeksi lagi atau tidak? Ya walaupun katanya mereka sudah memiliki sistem imunitas untuk virus ini. Lalu, bagaimana bagi orang-orang yang sehat, anak-anak muda, remaja, dan lainnya?
            Kakakku menambahkan jika memang vaksin untuk virus ini belum ada, bisa jadi dan besar kemungkinan kehidupan sekarang akan menjadi kehidupan normal berkelanjutan. Menghindari kerumunan, jaga jarak, pakai masker jika keluar rumah, dilarang mudik atau bepergian jauh, bahkan pembelajaran dan pengajaran online sekalipun. Tapi memang sih ya, secara logika juga bisa dipahami, contohnya seperti ini ketika pusing atau sakit kepala dikasih obat apa? Dikasih obat maag? Obat batuk?, oh tidak, tentu obat pusing kan? Nah, begitupun dengan covid-19 ini, mau diobati dengan apa? Tidak semudah itu, bukan ingin mendo’akan juga, tapi yah kalo dipikir-pikir kondisi seperti ini berkepanjangan, dan masih akan bertambah orang yang terinfeksi walaupun tidak sebanyak difase pertama virus ini masuk ke Indonesia.
            So gaes, khawatir pasti sih, tapi setidaknya kita harus bersiap untuk menjalankan pola hidup normal seperti ini untuk kedepannya, jangan bosan untuk taat pada aturan pemerintah, jaga diri sendiri dulu deh, apa susahnya ya kan? πŸ‘ Dirumah aja memang jadi pilihan yang baik, sekali-kali keluar rumah, jalan-jalan ya boleh.. tapi ketika sudah sampai lagi di rumah langsung mandi, langsung bersih-bersih, ganti baju sampai badan kita steril, wkwkkw. Lho seriuusss, kok ketawa ya? πŸ˜‚
Ah, sudah dulu ya gaes. Aku cuma mau cerita itu doang di episode ketikan_nnz kali ini, sampai jumpa minggu depan! πŸ˜‰
Wassalam! #Hadapi #Hayati #Nikmati




Rabu, 06 Mei 2020

Bebasnya narapidana. Desaku yang kena


Assalamu’alaikum!
Wih, alhamdulillah yah puasa udah mau jalan 2 minggu aja... semoga kita tetap diistiqomahkan tuk puasa dengan menggapai ridho-Nya, aamiin..😊
            Di #ketikan_nnz kali ini, aku mau cerita tentang hiruk pikuk desaku yang dalam kurun waktu seminggu ini banyak sekali tragedi kejahatan. Bukan didesaku saja, ternyata didaerah Kabupaten Ciamis dan sekitarnya pun sedang marak-maraknya pencurian sadis ke rumah-rumah warga.😣 Ckckck.. diduga si maling itu tuh adalah para napi yang dibebaskan dari penjara guys! Bayangkan coba, ada berapa puluh, ada berapa ratus, bahkan mungkin ribuan narapidana yang dibebaskan dari penjara. Apa tanggapan kalian akan hal tersebut? Siapa yang tidak geram?😣
            Sudah ada masalah covid-19 ditambah sekarang beredarnya kejahatan sampai ke desa-desa terpencil yang biasanya aman dari pencurian, dan kejahatan lainnya. Mau aman bagaimana negara kita? Si maling bergerak ketika semua orang sedang melaksanakan shalat taraweh di mesjid sampai waktu menjelang sahur, dan dari informasi pak RT, si bangsat menyelusup rumah-rumah warga sambil membawa senjata tajam (ya, sebutan maling didesaku adalah bangsat).
            Jika sudah seperti ini, kebijakan pemerintah untuk bersocial distancing dan sebagainya mau bagaimana dilaksanakan? Mau bagaimana dijalani? Apakah sengaja pemerintah membebaskan narapidana? Dengan tujuan apa? Ingin menjatuhkan Indonesia? Ingin menjadikan Indonesia penuh dengan aktifitas kejahatan? 😫Na’udzubillahi min dzaliik.. coba deh, mau bagaimana kita bersabar? Tiap hari bawaannya kesal ketika mendapat informasi bahwa malam harinya telah terjadi kasus.
            Hmmm... Semoga apa yang terjadi didaerahku khususnya daerah Ciamis dan sekitarnya, segera dimusnahkan, dibebaskan, dan Allah memberikan keamanan, Aamiin.. Tidak ada yang bisa kulakukan, selain memohon perlindungan kepada Allah SWT.πŸ˜“

Sekian uneg-uneg ku hari ini manteman, udah geram aku ..πŸ™ˆ
#HadapiHayatiNikmati
Wassalam.
           


Dakwah Berbasis Multikulturalisme

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! Welcome back readers! Today I want tell u the lesson of filsafat dakwah about “dakwah berba...