Senin, 28 September 2020

Apa itu Hakikat Dakwah?

 Assalamu’alaikum! 

Masih bingung dengan hakikat dakwah yang sebenarnya? Hakikat dakwah itu apa sih? Apa perlu kita tau akan hakikat dakwah? 

Lihat saja teman teman, para pendai diluar sana, seorang alim ulama, kyai, ustadz, begitu mudahnya mereka menyebarkan ilmu tentang syariat Islam kan? Apakah kalian melihat beban didalam diri mereka?

Hakikat dakwah menurut saya bisa disebut juga dengan eksistensi dakwah, urgensi adanya dakwah dipermainan duniawi untuk mengejar ukhrowi, kalian perhatikan makalah kelompok 3 mata kuliah filsafat dakwah coba, hehe.. Disana ada hakikat dakwah sebagai kebutuhan manusia. 

Nah lho, perlu kita ketahui dong bahwa dakwah itu sama dengan makanan sehari-hari kita, kita butuh asupan gizi untuk keberlangsungan hidup, kita butuh energi untuk mengarungi beban hidup yang pahit wkwk, kita butuh makan-minun kita butuh semua nya untuk kebutuhan kita sendiri. Sama halnya dengan dakwah, itu kebutuhan kita juga, kebutuhannua dalam bentuk manifestasi pengamalan kesucian diri (duh berat ya bahasanya wkwk).

Bayangkan saja, akan kemana arah dan tujuan hidup kita jika tidak punya sistem kendalinya? Apa itu sistem kendali? Ya itu lah dakwah. Kita menerima dakwah dan menyalurkan kembali dakwah tersebut baik itu diaplikasikan oleh kehendak sendiri atau disampaikan dan ditransfer kembali kepada oknum oknum diluar sana yang lebih membutuhkan. 

Walaupun misal kenyatannya ada seseorang yang sudah merasa cukup akan ilmunya, dia merasa sudah jadi orang pintar dan berilmu tidak perlu tuk cari ilmu dan mendapatkan arahan dari ustadz kembali. Oh itu dia salahnya, sampai kapanpun kita akan butuh petunjuk hidup yaaa memang sudah tertuang dalam Al-Qur’an banyak sekali ilmu disana. Tapi, alangkah baiknya kita agar mencari dan menggali apa yang ada di dalam Al-Qur’an atau pun Hadits dengan sesama artinya “Fas aluu ahladdzikri inkuntum laa ta'lamuun”. Tuh Allah swt saja berfirman seperti itu, kita harus bertanya harus mencari tahu kebenaran suatu hal kepada ahli ilmu (ulama, kyai, ustadz), jangan sampai puas akan apa yang telah kita dapatkan sendiri. Dapatkan dakwah dan sebarkan dakwah, maka itulah hakikat dakwah yang sebenarnya (versi nnz) hehe.. 

Sekian & Terimakasih

Wassalam! 

#Hadapi #Hayati #Nikmati

 


Senin, 21 September 2020

Islam sebagai agama dakwah

  Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh!

Berbicara tentang Islam sebagai agama dakwah merupakan bagian dari spirit keberagamaan kaum muslimin yang sekaligus menjadikan mereka sebagai juru dakwah pun jadi sasaran dakwah. Penyebaran Islam tidak lain karena adanya proses dakwah yang dilakukan para pengikutnya secara continue hingga kini. Dan seiring waktu yang berjalan, dakwah Islam dihadapkan pada realitas sosio-kultural dan perubahan sosial yang menjadi tantangan baru.

Lalu, kita bahas nih hal yang sedang viral dan berfokuskan kepada banyaknya tantangan-tantangan baru dalam berdakwah, apa itu? 

“Penusukan Syekh Ali Jaber”

Nah lho, mungkin kalian sudah pada paham akan peristiwa tersebut ya.. Bahkan mungkin udah tau dan hafal nama orang yang menusuk Syekh Ali. Reaksi kalian ketika mendengar peristiwa tersebut bagaimana? Biasa saja ? Sedih? Atau merasa sakit hati bahkan sampai menangis melihat nya? 

Itu dia teman-teman, reaksi pertama atau first impression kita akan kejadian itu menunjukkan akan tingkat kepedulian kita terhadap ulama, tingkat kepedulian kita terhadap sesama, dan kepedulian kita terhadap bangsa pun agama. Betul tidak? Sangat betul sekali, karena ketika kita mendapatkan orang yang bersikap biasa saja akan kejadian tersebut itu menunjukan tidak ada rasa kepedulian. 

Malukah Indonesia? Malukah kita? Tentu malu, kenapa? Bayangkan saja berita ini langsung tersebar ke seluruh penjuru dunia dan sampai ke kota kelahiran Syekh Ali yaitu Madinah Al Munawwaroh, coba kita rasakan apabila ada diposisi negara-negara luar atau pun keluarganya apa yang akan dirasakan? Sedih pastinya merasa sakit hati, merasa bahwa negara Indonesia tidak berbalas kasih atas apa yang sudah Syekh Ali korbankan untuk kebaikan negara kita Indonesia. Kita atau pun negara Indonesia sedang berada di titik terendah sama seperti mengeluarkan semua cangkang buruk nya.. Ya Allah Ya Rabb

Namun teman-teman, dibalik kegeraman kita juga kepada orang yang menusuk Syekh Ali, ketidaksukaannya kita terhadap dia, amarah yang tidak bisa dipendam, ingin mencaci maki dan sebagainya. Itu sangat bertolak belakangan dengan sikap resmi Syekh Ali Jaber sendiri, dan beliau mengemukakan sikapnya secara langsung di channel youtube yayasan syekh ali jaber, sabtu 19 September 2020 kemarin. Kurang lebihnya beliau berkata seperti ini “saya harap dari musibah yang saya dapatkan tidak boleh dilebih-lebihkan karena ini sudah takdir allah swt, saya harap umat jangan berburu kasih, terpancing amarah karena kejadian ini, kita barus sabar, tenang, agar bisa meningkatkan ukhuwah islamiyyah, ukhuwah wathiniyah, dan ukhuwah insaniyyah menuju ridho allah swt.

Syekh Ali pun menyampaikan beberapa kata untuk orang penusuknya yang berinisial AA “Semoha kamu kembali sehat, saya minta maaf karena tidak bisa membelamu, saya terlambat untuk mencegah orang-orang memukulimu. Saya tidak bisa menjagamu supaya tidak disakiti. Qodarullah mudah-mudahan semua orang bisa membuka pintu maaf kepadamu. Dan mudah-mudahan Allah swt mengampunimu serta keluargamu.

Masyaallah sekali ya.. Reaksi dan sikap Syekh Ali tersebut, patut untuk kita hargai, patut untuk kita terima, dan patut kita contoh apa yang menjadi sikapnya karena beliau mengikuti apa yang menjadi sunnah Rasulullah saw untuk tidak membawa dendam kepada siapapun. 

Semoga dengan kejadia tersebut, negara kita bisa menjaga kedamaian dan keamanan lebih baik lagi, kesejahteraan ditingkatkan, dan semoga agama kita agama rahmatan lil ‘alamin selalu menjadi tolak ukur untuk umatnya, aamiin ya robbal ‘aalamiin. 

Sekian dan terimakasih! Sehat-sehat semua! 

Wassalamu’aiakum! 

#Hadapi #Hayati #Nikmati


Senin, 14 September 2020

Sharing Dakwah

 ~Sharing Dakwah~

Assalamu’alaikum!Welcome back to my blog channel! 

Ketikan kali ini aku beri judul “sharing dakwah” yups! Karena di ketikan sebelumnya aku udah ajak kalian untul sharing ilmu-ilmu bermanfaat! 

Tau tidak teman-teman orang optimis & pesimis itu seperti apa? 

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh tirmidzi dan ini hadits nya shohih:

Dari Mu’adz bin jabal r.a ia berkata: “aku berkata: wahai rasulullah! Beritahukan kepadaku amal perbuatan yang dapat memasukkanku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka?!”. Nabi saw bersabda,  “sungguh, engkau bertanya tentang perkara yang besar, tetapi sesungguhnya hal itu adalah mudah bagi orang yang Allah mudahkan”.

Nah, kalian bingung tidak? Hehe, katanya mau bahasa optimis-pesimis.. Ko malah bahas surga-neraka? Eits, baca dan perdalam kalimat hadits itu sampai selesai teman.. 

Suatu hal yang mungkin terkadang kita anggap sulit, justru akan Allah mudahkan jiga kita anggap itu mudah. 

Sederhananya seperti ini, orang optimis berkata “ini berat yah.. Tapi insyaallah saya bisa jalankan”, sebaliknya orang pesimis berkata “ini sebenarnya gampang, tapi kalo gak ini itu gak bisa aku, berat banget!”

Nah teman, semua kembali lagi pada pikiran kita, pada asumsi kita sendiri. Rasulullah adalah teladan yang optimis lho teman-teman, jangan mudah menyerah okey! Semua bisa dihadang semua bisa dijalanin, karena Allah menguji hambanya tidak lebih dari apa yang dia bisa lewati dari ujian itu. 

Sekian! Semoga bermanfaat! 

Wassalam! 

Ketikan nnz, tetap dengan HHN-nya (Hadapi-Hayati-Nikmati) 


Dakwah ditengah pandemi?

 Assalamu’alaikum! 

Jumpa lagi di ketikan nnz! Hehe

Untuk perdana ini aku mau share ketikan singkat aja nih.. 😁 Karena aku jurusan manajemen dakwah, semua hal pasti dikaitkan dengan dakwah. 

Ada sebuah pertanyaan, Dakwah ditengah pandemi?

Banyak yang berpikir, dakwah ditengah pandemi sekarang sulit dijalankan. Oh kata siapa? Kalau kata pepatah banyak jalan menuju roma gaes! Haha

Lalu, bagaimana caranya? Apakah dakwah bisa efektif sekarang? Masjid memang sudah dibuka, namun tetap tidak sedikit orang yang takut akan virus ini. 

Ayo! Keluarkan kreatifitas kalian, dunia sangat luas sekarang, platform platform media sosial terbuka lebar. Kita yang masih remaja pun bisa dengan mudahnya berdakwah mengajak masyarakat sekitar apalagi mengajak pemuda pemudi Indonesia yang kehidupannya tidak bisa lepas dari gadget dan media sosialnya. 

Untuk itu, gunakan media sosial kalian dengan bijak berikan feedback yang baik untuk kalian sendiri. Share ilmu-ilmu bermanfaat di youtube, instagram, line, twitter, telegram, whatsapp dan lainnya atau mungkin kalian mempunyai keahlian dalam bidang tertentu! Membuat vlog yang bermanfaat, bukan hanya konten prank semata yang diapload.. Tak usah peduli dengan viewers, tapi lihatlah apa yang orang-orang dapatkan terhadap ilmu yang kita bagikan. 

So? ابدأ بنفسك ثم لغيرك! 

Terimakasih! Wassalam! 

Hadapi-Hayati-Nikmati! 



Dakwah Berbasis Multikulturalisme

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! Welcome back readers! Today I want tell u the lesson of filsafat dakwah about “dakwah berba...