Rabu, 24 Juni 2020

Indonesia dituding jadi episentrum corona?


Assalamu’alaikum!
Sehat kalian?
            Huufftt.. biasanya antara jam 08.00-09.00 WIB itu pasti langsung ngerjain ketikan di blog ini, tapi karena ada kepentingan dan dedline yang lebih mepet yaitu UTS pengantar sosiologi... jadi ngerjain itu dulu deh.. hehe, eh UTS apa UAS sih yak?, ya sudahlah mau itu buat UTS atau UAS, yang penting udah kelar.
Eh, bingung ini mau ngetik apa asli wkwk,
            Oh iya! Bahas ini aja deh! Tadi pagi sebelum ngerjain soal uts.. aku nonton tv dulu tuh, liat berita di tvone kalauuuu... “Indonesia dituding jadi episentrum corona?” wah! Asli, kaget aku .. Nih yaa, aku dapet artikel nya niihh.. scroll terus nyampe bawah yah.

KOMPAS.com - India, Brasil, dan Indonesia sempat diprediksi menjadi pusat penyebaran atau episentrum virus corona di dunia, setelah sebelumnya terjadi di China, Iran, Korea Selatan, dan Italia. Peringatan itu disampaikan oleh ahli epidemiologi Dicky Budiman, pada 7 Maret 2020, tak lama setelah kasus pertama Covid-19 di Indonesia terkonfirmasi pada 2 Maret 2020. Pihaknya menuliskan hal tersebut kepada seorang pejabat pemerintah di Jakarta setelah melihat perkembangan kasus dan sesuai bidang keilmuan yang dipelajarinya.  Kandidat Ph.D dari Griffith University Australia saat itu menyebut India, Brasil, dan Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pusat wabah selanjutnya karena beberapa faktor. "India, Brazil, dan Indonesia memiliki kerawanan tersendiri dan berpeluang untuk menjadi epicentre mengingat tingginya kepadatan penduduk, faktor kesadaran penduduk terhadap pencegahan dan sistem kesehatan yang masih belum mapan. (dikutip dari https://www.kompas.com/tren/read/2020/06/23/170300765/indonesia-disebut-berpotensi-jadi-salah-satu-episentrum-covid-19-ini)      
            Nah, artikel diatas itu sebagian dari kutipan kompas.com. Gimana menurut kalian? pantaskah Indonesia jadi episentrum corona? Ckckck, kalau kata aku sih ya, gak salah lagi emang. Walaupun diluar sana masih banyak negara-negara yang tingkat kepadatan akan kasus corona ini lebih banyak, tapi lihatlah angka kepeduliannya, lihat sikap perhatiannya, lihat protokol kesehatan yang dijalani oleh masyarakat di Indonesia, sesuai harapan dan tujuan pemerintahkah?
Haduh, emang ga ada habisnya bahas si coroniyah ini teh.. masyarakatnya sudah pusing dan geram apalagi pemerintah yah???
            Gini ya.. mau jadi episentrum lah, mau jadi negara paling protektif lah, mau apapun itu.. Kita harus jaga diri sendiri! Jangan mentang-mentang sehat, eehhh ..sekarang gara-gara udah new normal kalian seenaknya gitu keluar rumah, liburan, refreshing, menghirup aroma baru. Ya Allah... silahkan refreshing deh jauh-jauh, nanti bakalan kelihatan siapa yang peduli dan yang tidak peduli dengan keadaan negaranya sendiri.
“U have the right to manage ur life, but don’t forget that u need teh rules” (salah apa bener inggrisnya ga tau, wkkw)
“Kamu berhak mengatur hidupmu, tapi jangan lupa bahwa kamu butuh aturan!” ­_nnz_
Sekian, terimakasih!

Wassalam! #Hadapi #Hayati #Nikmati

Rabu, 17 Juni 2020

Nasib Mahasiswa Indonesia



Assalamu’alaikum!
Comment ales-vous today?
I hope you’r in a good condition right!
            Hhfftt... siapa nih kemaren yang liat siaran langsung keterangan pers dari Kemendikbud RI dan jajarannya tentang penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran dan akademik baru di masa pandemi covid-19? Bagaimana reaksi kalian? wah, kalau aku exited banget sih.. deg-degan juga liatnya, karena kita gak tau kan apa yang pemerintah lakukan terutama Kemendikbud persiapkan dan rencanakan untuk kedepannya. Kalian mungkin udah tau sendiri yah.. apa hasilnya?
            Yaaa... inilah nasib kita yang menjadi mahasiswa di seluruh penjuru IndonesiaπŸ˜ͺ. Entah kapan masuk kampus, normal seperti biasanya lagi, dan saling bertatap muka secara langsung, asyeekk.. Memang sih, yang lebih rentan dan berbahaya itu ada di kalangan mahasiswa karena mereka berkumpul dan saling bertemu tidak hanya dari satu daerah tersebut kan? namun dari beberapa wilayah luar lainnya, antar kota, antar kabupaten, antar provinsi, antar pulau, bahkan mungkin luar negeri.
            So, teman-teman semua... jangan diambil pusing deh atas kebijakan yang dibuat pemerintah, toh ini kan untuk kebaikan, keamanan, dan kesehatan kita bersama. Karena Pak Nadiem Makarim nya sendiri bilang, bahwa sekarang kesehatan adalah hal yang paling utama.
            Lalu apa dong yang harus kita lakukan sekarang? ya udah diem lah, masa mau teriak-teriak ga jelas.. kan serem πŸ˜‚ wkwkk, yo wiiss... patuhi aja deh apa kata pemerintah, toh kalian masih bisa inih kan jelong-jelong sekarang? udah agak dilonggarin kan tempat-tempat wisata juga, malah Jakarta katanya udah macetong yak? Yang terpenting sih, kalian jangan macem-macem.. jadi anak rumahan aja.. seru tau!😁, asalkan ada hal yang kita dikerjakan di rumah.. mau itu hobi, kebiasaan, ataupun hal lainnya yang kalian rasa itu jadi penghalang keboringan kalau selama ini kita tuh emang bener-bener dirumah aja.
            Ouh iya! One more! Sekarang fokus aja nih sama ujian-ujian.. Yups! UAS sudah didepan mata gaes! Ada beberapa yang udah kita laksanakan yah, salah satunya mata kuliah PKN ini... heheee. Semoga, kita tetap semangat, tetap menjaga nama baik kampus kita, dan jangan sampai lupa nama-nama plus wajah teman sekelas kalian satu sama lain kalau nanti udah kuliah tatap muka yah! Parah lho kalian kalau sampai lupa, awas yaaaa...😏
Oke gaes! See ya!
Have a nice day!
Wassalamu’alaikum!
#Hadapi #Hayati #Nikmati




Rabu, 10 Juni 2020

SIKM yang utuh



Assalamu’alaikum teman-teman! Comment allez-vous? 
            Siapa yang makin boring dirumah? Siapa yang makin betah dirumah? Wkwkkw, kalau aku sih, yaaa ada ditengah-tengah lah.. antara kangen ngampus sama cinta rumah kampung halaman hahaa.πŸ˜„
            Ouh iya diketikan nnz minggu lalu aku bahas tentang new normal gitu kan, kalian ada dipihak pro atau kontra terhadap kebijakan pemerintah itu. Nah, pro ataupun kontra kita harus selalu siap akan kenyatannya. Seperti halnya pada hari sabtu tanggal 06 Juni 2020, aku dan keluarga memutuskan untuk keluar kota. Bukan kabur atau prustasi karena bosen dirumah ya..πŸ˜‚ tapi memang ada keperluan dan kepentingan kekeluargaan, asyeekk..
            Yups, kami berangkat ke Wonosobo, Jawa Tengah tepatnya di daerah Dieng, awalnya sempat khawatir dan panik karena disana berzona merah. Segala persiapan dan protokol kesehatan kami lakukan, mulai dari izin ke Pak RT, izin ke pihak Desa, izin ke Polsek di Kecamatan, hingga melewati tes kesehatan dipuskesmas yang menandakan bahwa kita terhindar dan negatif terhadap covid-19. Alhamdulillah semua proses dilewati dengan lancar, dan akhirnya kita mendapat surat SIKM (surat izin keluar masuk) yey! Senangnya!πŸ˜‡
            Hari-H tiba, Sabtu sore kami berangkat dari Ciamis menuju Cilacap, Jawa Tengah terlebih dahulu untuk istirahat dan menginap dirumah sanak saudara. Masker dan hand sanitizer sudah siap sedia, bahkan selama perjalananpun kami sama sekali tidak istirahat di SPBU atau rest area lainnya. Beberapa pos covid-19 kami lewati, namun tidak ada pengecekan atau pemberhentian terhadap transportasi luarkota yang keluar masuk, hhmmmm.. dimana kesigapan pak polisi dan jajarannya?πŸ˜• Begitupun ketika menuju Wonosobo juga sama, tidak ada pemberhentian dan pengecekan, bahkan posko-posko covid-19 nya pun sepi, tidak ada penjaganya. Hanya saja, memang ada satu posko di kota Banjar yang aktif memberhentikan transportasi yang masuk kedaerah Banjar, namun dijalur yang berlawanan arah dengan kami, jadi kami tidak melewati pengecekan tersebut.
            Kita berhusnudzhan saja, hehe... mungkin pak polisi dan jajarannya sudah cape, sudah banyak melakukan pengecekan setiap harinya 😁 . Tapi, kita tetap harus mempersiapkan segalanya, yang hendak bepergian harus menjalani proses perizinan dan melaksanakan protokol kesehatan dengan baik dan sesuai urutan terlebih dahulu. SIKM itu sangat penting, karena tidak ada yang tahu kita akan dicek atau tidak tergantung dengan situasi dan kondisinya. Sampai pulang ke Ciamis hari Senin lagi, SIKM tetap utuh di map biru, tidak ada yang menyentuh dan membukanya.πŸ˜…
            Pada intinya kesiapan dan pemberkasan serta perizinan jika akan bepergian jauh keluar kota, luar pulau jawa, apalagi luar negeri, harus dilaksanakan sesuai prosedur demi keamanan, kenyamanan, dan kesehatan bersama. Sehingga, walaupun pandemi ini masih berlangsung entah sampai kapan, kita selalu siap mengarungi sistem kehidupan yang baru ini.
Sekian, terimakasih.
Wassalam!πŸ‘‹
#Hadapi #Hayati #Nikmati
           


Rabu, 03 Juni 2020

Dirumah saja? atau new normal?


Assalamu’alaikum!
Selamat pagi! Dan semangat pagi teman-teman semua!
Gimana? Siapa yang udah rindu Ciputat? Rindu UIN? Rindu keluarga cemara? Apa jangan-jangan rindu aku? πŸ˜† Wkwkwkwkk, bercanda atuh gaeeess..
            Kapan sih kita bertatap muka kembali? New normal ini kapan akan dilaksanakan untuk kita ya? ada yang tidak setujukah dengan aturan baru ini? Atau sudah menantikannya? Memang sih, ada pihak yang pro dan kontra terhadap new normal. Ada yang berkata “wah! itu adalah suatu hal yang bisa membuat kita berkehidupan secara biasanya lagi, tidak dikekang terus-terusan dirumah, bisa bebas keluar kembali, bisa melaksanakan aktifitas diluar😎”, ada juga yang berkata “mau aman bagaimana negara kita jika new normal diterapkan, sudah tau warga negara kita kurang disiplin, susah diatur, yang ada nanti  malah memperparah situasi ini, covid-19 makin memuncak😣”.
            Nah lho, kalian masuk ke tim pro atau kontra nih? Jujur sih, kalau aku ah ikut ke yang baiknya saja wkwk, bukan berarti gak ada pendirian yaaa... tapi, lebih cenderung ke mendukung atau tidaknya hehe, ada betul dan tidaknya terhadap yang pro-kontra itu. Yah, semoga saja apapun yang akan pemerintah jalankan, itu baik dan memberikan keamanan untuk negara kita Indonesia.
            Jika new normal segera diberlakukan bagi daerah yang ada di zona aman, tentu saja protokol kesehatan harus diperhatikan. Benar-benar aktifitas kehidupan nanti akan berubah! Tetapi dibalik itu semua, kita jadi bisa menjaga kesehatan dan kebersihan dimanapun berada. Sebaliknya jika PSBB masih akan berlanjut, hal yang harus dilakukan adalah tetap patuhi aturan pemerintah untuk dirumah saja! Tapi sekarang walaupun new normal belum diberlakukan secara kondusif, kemacetan di berbagai daerah sudah muncul kembali yah!? hhmmm... bersiaplah untuk diselimuti dengan kemacetan lagi kawan.😁
            Apapun yang terjadi untuk kehidupan masa depan, kita harus tetap berhati-hati dan saling menjaga terhadap sesama juga lingkungan sekitar. Jangan sampai istilah kasarnya kita membalas dendam akan hal yang telah lalu. Justru dengan adanya kehidupan baru, kedisiplinan harus ditingkatkan, ubah gaya hidup, dan jauhkan kalimat bahwa warga negara indonesia susah diatur. Kita pasti bisa menuju kearah kehidupan yang lebih baik lagi, aman, damai, sentosa, sejahtera, dan mendapat perlindungan dari Allah SWT, Aamiin.πŸ˜‡
Terimakasih!
Selamat menjalankan aktifitas! Wassalam!
#Hadapi #Hayati #Nikmati
           


Dakwah Berbasis Multikulturalisme

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! Welcome back readers! Today I want tell u the lesson of filsafat dakwah about “dakwah berba...