Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!
Hola readers! Ayolah kalian jangan bosan baca blog ini
ya, bermanfaat banget tau wkwk, walaupun isinya dikit tapi setidaknya kita udah
berbagi ilmu, karena kebaikan seberat biji dzarah itu bernilai tinggi dimata
Allah swt. So, jangan susah berbagi kebaikan pada sesama ya! Apalagi kita
belajar tentang dakwah dalam lingkupan filsafatnya.
Materi kita menginjak pada dakwah
multikulturalisme, Apa sih multikulturalisme itu? Oke, kita ambil kata kuncinya
aja deh “multi is banyak - kultural is budaya – isme is anutan atau pemahaman”
hehe paham lah yaa. Hhmmmm.. kira-kira strategi dakwah multikulturalisme itu
gimana yah?
Sebagaimana obyek multikulturalisme yang komplek, maka konsekuensinya juga membutuhkan langkah dan strategi yang
juga komplek. Dakwah di manapun dan lewat madia apapun tujuannya adalah menjadi
penyeimbang bagi perkembangan sosial. Maka dakwah multikulturalisme membutuhkan
sinergitas antar lembaga dakwah, ormas Islam serta lembaga dakwah di bawah
pemerintah dengan memperhatikan:
Pertama, masyarakat multikultural
sebagai sasaran dakwah perlu dimaknai sebagai upaya berlapang hati untuk mau
menerima perbedaan dengan kelompok lain. Dakwah juga harus menghargai hak asasi
manusia. Sehingga penguatan masyarakat multikultural, ditempuh dengan
memperkuat ikatan-ikatan sosial berbasis kebebasan beribadah sesuai dengan
agama dan keyakinan masing-masing.
Kedua, kelompok penganut
agama yang berbeda-beda di lingkungan masyarakat, masing-masing bisa memelihara
diri untuk tidak melakukan kegiatan yang bersifat propaganda agama, hubungan
personal antar warga harus dibina secara terus-menerus untuk memperkuat kebersamaan
dan dalam menangung beban hidup mereka.
Ketiga, lembaga-lembaga
dakwah memiliki arti penting dalam penguatan masyarakat multikutur. Sebagai
institusi sosial, lembaga dakwah perlu meningkatkan kemampuannya melakukan
gerakan untuk pengembangan potensi secara signifikan dalam rangka memperbaiki
taraf hidup masyarakat.
Dan keempat, keharmonisan
hubungan antar individu dan antar kelompok berbeda agama, serta berbeda latar
belakang budaya, etnisitas, harus dipelihara dengan baik, tanpa merasa terpaksa
atau dipaksa oleh pihak lain. Dalam konteks demikian, perlu dirumuskan materi dakwah
yang mengurai setiap aspek kedakwahan dengan sasaran masyarakat multikultural.
Sekian dari
saya, terimakasih!
Wassalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
#Hadapi
#Hayati #Nikmati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar