Senin, 26 Oktober 2020

Pilar Gerakan Dakwah

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! Dear friends, sehat-sehat ya kalian.. biar bisa semangat terus kuliah onlinenya walaupun bikin otak puyeng plus panas lihat layar gadget-laptop terus :D.

            Materi ke-sepuluh filsafat dakwah kita membahas tentang aliran-aliran pemikiran dan gerakan dakwah yah, nah disini aku mau mengembangkan materi dalam bahasan dakwah bil harakah nih atau kita kenal dengan dakwah yang dicampuri aksi nyata bukan hanya materi semata.

            Ada beberapa pilar dakwah bil harakah yang harus kita ketahui lho, coba deh dari sekian lamanya masa reformasi mungkinkah strategi dakwah bisa terus dipertahankan bahkan ditingkatkan peran dan fungsinya, sehingga bisa ngasih kontribusi lebih besar bagi kejayaan Islam di bumi nusantara? Jawabannya tentu saja bisa dan harus terus dikembangkan. Hanya masalahnya, apakah musuh-musuh dakwah akan berdiam diri? Banyak pihak juga kan yang pada kenyataannya tidak suka terhadap kebangkitan umat di negeri ini? Nah, oleh sebab itu berbagai cara dilakukan agar semua kaderisasi umat itu bisa dikendalikan. Masalah dan tantangan dakwah ini memang banyak, seringkali kita dihadapkan dengan merebaknya isu terorisme global, isu ekstrimisme, radikalisme, dan intolerans, pun dengan aksi-aksi kekerasan dan bom bunuh diri.

            Pilar dakwah bil harakah yang harus ditekankan untuk menghadapi masalah tersebut difokuskan pada tiga basis dakwah, yaitu Mesjid, Pesantren, dan Kampus. Tapi seperti sengaja didesain yah bahwa sejumlah besar Mesjid, Kampus, dan Pesantren juga benar benar telah terpapar paham radikal dan intoleran yang menjadi akar terorisme.  Banyak ilmuan dan sebagian guru besar yang menjadi tokoh gerakan dakwah di kampusnya mungkin tidak bisa lagi mempunyai posisi strategis mengarahkan gerakan kampus. Demikian juga para aktivis dakwah mesjid dibuat ketar-ketir mereka juga akan dipojokan dengan stigma radikal ketika menyelenggarakan dakwah yang tegas menyatakan mana yang hak dan mana yang sesat. Untuk pilar gerakan dakwah yang paling pital yaitu Pesantren, pemerintah juga telah membuat sejumlah kebijakan, dari mulai mengontrol kegiatan kurikulum pesantren, hingga menerbitkan undang-undang pesantren.

            Tentu saja, kita belum bisa memastikan kemana arah dari semua kebijakan yang mengendalikan pilar harakah dakwah Islamiyah itu. Apakah benar-benar sebuah tujuan yang luhur demi keutuhan masa depan umat, bangsa dan negara agar terhindar dari perpecahan dan disintegrasi?. Dan memang itulah yang diharapkan para aktivis dakwah, Indonesia yang bersatu, berdaulat, mandiri, adil dan makmur di bawah keridhoan Allah Swt. Karena itu kita sebagai generasi penerus bangsa dan agama patut untuk mengkaji sejauh mana fenomena berbagai kebijakan pemerintah terhadap mesjid, pesantren dan kampus. Apakah sesuatu yang memberi harapan optimistis bagi dakwah ke depan atau sebuah potensi tantangan yang bisa berdampak buruk bagi gerakan dakwah?

Wallahu A'lam Bisshawab (Referensi Dr. Jeje Zaenudin)

Sekian dari saya, terimakasih! Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

#Hadapi #Hayati #Nikmati

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dakwah Berbasis Multikulturalisme

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! Welcome back readers! Today I want tell u the lesson of filsafat dakwah about “dakwah berba...