-Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh-
Hello readers! Kaiff al-hall? – semoga kalian semua yang
baca ketikan ini diberikan kesehatan selalu ya sama Allah swt, aamiin.
Kita kemarin belajar apa tuh di matakuliah filsafat dakwah? Masih bahas
sasaran dakwah atau bisa kita sebut dengan mad’u yah?
Okey sip, beberapa hari kebelakang tepatnya hari Minggu 11 Oktober
2020 aku berada diposisi mad’u nih .. hehe. Yups! Ada kegiatan webinar yang diisi
oleh Habib Husein Ja’far al-Hadar dan juga Pak Fakhruddin Faiz dalam rangka
milad UKM Hiqma ke-32.
Karena beliu-beliau adalah da’i nya atau yang memberikan pesan dan
juga materi, maka saya sebagai sasaran dakwahnya nih ingin berbagi ilmu-imu
yang telah disampaikan oleh beliau hari Minggu kemarin. Di ketikan ini aku bagi
dua ya, aku bahas materi yang telah disampaikan oleh Habib Husein dulu baru deh
di ketikan blog kedua aku bahas materi yang disampaikan oleh Pak Fakhruddin. Okey!
J
___ Yang aku tangkap nih ya dari
webinar Habib Husein kemarin, tidak banyak sih karena terkendala oleh sinyal dan
juga waktu, hehe.. tapi tidak apa-apa kan “ballighu anni walau aayat” betul?
Beliau itu berbicara tentang makna akhlak atau hakikat akhlak dan juga kunci
berakhlak. Habib Husein berpesan seperti ini:
“Harus kita tanamkan, akhlak itu bukan hanya etika tapi akhlak
bersumber dari hati dan etika tidak harus bersumber dari hati. Contohnya, kesopanan kita ketika
bungkuk terhadap yang lebih tua, banyak orang yang dia hanya ingin dinilai
sopan dia hanya bungkuk sekedar informasi belaka dari fisik atau dari badannya,
nah berbeda dengan orang yang bungkuk bukan hanya badan yang digerakkan namun
hatinya juga ikut merendah. Itulah akhlak yang sempurna.”
“Kita ketahui, seluruh umat Muslim tau bahwa manusia termulia adalah
Nabi Muhammad saw. Bagaimana kita mencontoh Rasulullah agar mulia juga atau
setidaknya bisa mengikuti akhlaknya? Nah, ketika kita ingin atau bertekad untuk
mengimplementasikan akhlak yang ada pada diri Rasulullah kunci utamanya adalah
latihan atau dalam tradisi sufistik dinamakan riyadhah. Kita contohkan
saya dengan percintaan, tidak akan tercapai suatu kecintaan tanpa latihan,
utamakan latihan cinta pada orang yang tidak mencintai kita. Hayoh lho wkwk,
itu dia teman jika kita masukan dalam implementasi akhlak pun begitu, harus dibiasakan
harus ada riyadhah dan jangan sampai kita menghindari berakhlak kepada orang
yang tidak berakhlak kepada kita, jangan malah balas dendam :D, okey!?”
So, teman-teman semua. Jangan pernah berputus asa, mari kita sedikit
demi sedikit melatih diri untuk membentuk pribadi yang penuh cinta kasih bukan
hanya pada kawan tapi pada lawan dan bukan hanya pada Allah swt saja, tapi kepada
seluruh makhluk ciptaan-Nya.
Sekian & terimakasih! (kita lanjut di blog selanjutnya yah,
hehe)
Wassalam!
#Hadapi #Hayati #Nikmati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar