Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hai readers! Kembali lagi diketikan nnz nih! Hehe..
sekarang aku mau berbagi ilmu penting banget nget nget ngeetss dan masih anget
jadi materi terbaru dalam mata kuliah filsafat dakwah kemarin Senin. Yups! Metode-metode
yang diambil oleh para da’i untuk mad’u. Dan ini sesuai dengan Q.S An-Nahl ayat
125, nah aku mau kasih paparan jelas tentang tafsiran ayat ini nih, aku ambil
referensi full dari kitab terjemahan Ibnu Katsir. Selamat membaca! (walau agak
pusing karena banyak ayat dan dalil, wkwk)
{ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ
وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ
هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
(125) }
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah
dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu. Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesal
dari jalan-Nya. dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat
petunjuk.
Allah
Swt. memerintahkan kepada Rasul-Nya—Nabi Muhammad Saw. agar menyeru manusia
untuk menyembah Allah dengan cara yang bijaksana. Ibnu Jarir mengatakan bahwa
yang diserukan kepada manusia ialah wahyu yang diturunkan kepadanya berupa
Al-Qur'an, Sunnah, dan pelajaran yang baik; yakni semua yang terkandung di
dalamnya berupa larangan-larangan dan kejadian-kejadian yang menimpa manusia
(di masa lalu). Pelajaran yang baik itu agar dijadikan peringatan buat mereka
akan pembalasan Allah Swt. (terhadap mereka yang durhaka).
Firman Allah Swt.
{وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ}
dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (An-Nahl:
125)
Yakni
terhadap orang-orang yang dalam rangka menyeru mereka diperlukan perdebatan dan
bantahan. Maka hendaklah hal ini dilakukan dengan cara yang baik. yaitu dengan
lemah lembut, tutur kata yang baik, serta cara yang bijak. Ayat ini sama
pengertiannya dengan ayat lain yang disebutkan oleh firman-Nya:
{وَلا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلا
بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ}
Dan janganlah kalian berdebat dengan ahli
kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim
di antara mereka. (Al-'Ankabut: 46), hingga akhir ayat.
Allah
Swt. memerintahkan Nabi Saw. untuk bersikap lemah lembut, seperti halnya yang
telah Dia perintahkan kepada Musa dan Harun, ketika keduanya diutus oleh Allah
Swt. kepada Fir'aun, yang kisahnya disebutkan oleh Allah Swt. melalui
firman-Nya:
{فَقُولا لَهُ قَوْلا لَيِّنًا لَعَلَّهُ
يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى}
maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan
kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut. (Thaha:
44)
Adapun firman Allah Swt.:
{إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ
عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ}
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih
mengetahui tentang siapa yang sesat dari jalan-Nya. (An-Nahl:
125), hingga akhir ayat.
Maksudnya,
Allah telah mengetahui siapa yang celaka dan siapa yang berbahagia di antara
mereka, dan hal tersebut telah dicatat di sisi-Nya serta telah dirampungkan
kepastiannya. Maka serulah mereka untuk menyembah Allah, dan janganlah kamu
merasa kecewa (bersedih hati) terhadap orang yang sesat di antara mereka.
Karena sesungguhnya bukanlah tugasmu memberi mereka petunjuk. Sesungguhnya tugasmu
hanyalah menyampaikan, dan Kamilah yang akan menghisab. Dalam ayat yang lain
disebutkan oleh firman-Nya:
{إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ}
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi
petunjuk kepada orang yang kamu kasihi. (Al-Qashash: 56)
{لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ}
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat
petunjuk (Al-Baqarah: 272)
Itu dia gaes, tafsir dari Surah An-Nahl ayat
125 yang membicarakan tentang metode dakwah. See u in the next artichel! Wassalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh!
#Hadapi#Hayati#Nikmati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar